December 22, 2011
Tekanan darah setelah melahirkan
Seperti dilansir oleh majalah fokus edisi september 2011, Narasumber dr. Suci Budhiani yang menjawab pertanyaan oleh salah seorang pasien Mariana Jakarta. Dimana Mariana (38) memiliki keluhan mengalami tekanakan darah tinggi yang mencapai 170/110. Padahal sebelum hamil tekanan darahnya cenderung rendah. Putra keduanya sudah berumur 15bulan tetapi tekanan darah masih tingging. Mengapa bisa demikian?
Masih menurut dokter, dari informasi tersebut di atas bisa disimpulkan sementara bahwa pasien mengalami golongan hipertensi kronik, tekanan darah ibu Mariana masih tetap tinggi padahal putranya sudah berumur 15 bulan. Kenaikan tekanan darah yang dipengaruhi oleh kehamilan (pregnancy induced hypertension) biasanya akan kembali normal dalam waktu 2-3 bulan setelah melahirkan.
Pada kasus yang ibu Mariana alami, karena pengaruh hormoral saat hamil sangat kecil. Sampai saat ini, tekanan darah yang naik setelah melahirkan dan menetap dalam waktu lama (sampai 1 tahun) belum ditemukan penyebab pastinya.
Ada beberapa kemungkinan kelainan yang bisa menjadi penyebab tekanan darah tinggi yang dialami oleh ibu Mariana antara lain :
- Masalah struktur ginjal dan pembuluh darah ginjal
- Kelainan hormonal
- Gangguan pembuluh aorta atau efek kontrasepsi oral.
Alternatif untuk terapi bisa melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui penyebab naiknya tekanan darah tinggi. Tekanan darah bisa normal kembali dengan mengikuti saran pengobatan dari dokter. Biasanya selain perubahan lifestyle dan pola diet juga harus minum penurun tekanan darah (antihypertensi). Pola yang bisa dilakukan dengan :
- mengatur pola makan, kurangi garam dan perbanyak makan ikan, buah-buahan dan sayuran
- olah raga teratur
- lakukan perubahan pola hidup seperti berhenti merokok, hindari stress dan beban kerja yang berlebihan.
- minum suplemen yang mengandung kalsium, magnesium dan zinc
- minum obat penuruh tekanan darah